Kotak Hujan : Rintik 10

Kau tahu rasanya ketika ingin tahu namun kau terhalang dengan kejahilanmu? Engkau mencari tahu, tapi tetap saja kau tidak tahu. Dan hal yang kau sadari bahwa engkau belum cukup banyak tahu untuk tahu.

Engkau terdiam. Tidak ingin berkata apa-apa, karena apa apa lagi yang ingin kau katakan sementara engkau tidak tahu?

Engkau sedih. Ya engkau pantas bersedih, karena ketidaktahuan itu. Namun dinding yang menjulang yang kau sebut dengan kebodohan itu bisa kau runtuhkan meski setelahnya kau akan menemukan dinding yang serupa. Karena apa? Karena orang yang berilmu tetap merasa dirinya bodoh.

Sedihmu karena merasa bodoh adalah taufik dari-Nya. Karena banyak yang tidak merasakan kebodohannya sendiri. 

Air matamu karena banyak yang tidak engkau ilmui.. itu kekuatanmu. Karena banyak yang tidak berilmu tertawa dan merasa aman di atas kejahilannya. 

Apa yang tengah engkau rasakan, artinya ada kebaikan yang sedang Allah kehendaki untukmu. Hadirnya rasa ingin tahu di hatimu yang membuncah, akan mendorongmu untuk belajar. Memacu untuk mengangkat kebodohanmu tentang-Nya yang melekat pada dirimu.

Tak ada kata terlambat untuk belajar. Tak ada kata menyerah untuk berubah. Yang ada hanya bersegera dan berjuang. 

Semoga Allah senantiasa menolong dalam setiap pijakan.

Kotak Hujan : Rintik 9

Tak cukup sekedar baik. Engkau merenung bahwa yang baik bisa jadi tak sepenuhnya benar. Sebab keterbalikan  manusia dalam melihat, menjadikannya terkecoh. Banyak kebenaran dianggap tidak baik. Banyak keburukan berlindung di belakang kata baik.

Engkau amati yang terjadi karena awalnya keburukan tidak diingkari. Dengan berlalunya waktu menjadi hal yang wajar, dimaklumi dan dimengerti. Kemudian akhirnya dibenarkan. Memang jitu Syaitan dalam membuat strategi. Tidak dijerumuskan langsung, tapi bertahap dengan penuh perhitungan dan kejelian.

Itu yang engkau amati jika dilihat dari sudut pandang dirimu terhadap orang lain. Lalu timbul pertanyaan, bagaimana dengan sudut pandang orang lain yang membidik tepat ke arahmu? Apa yang mereka lihat? 

Tak mungkin engkau menanyakannya satu per satu kepada mereka tentang apa yang mereka lihat. Sebab isi kepala tentu memiliki pandangannya masing-masing. Memiliki kapasitas pemahaman yang berbeda. Ujungnya tetap engkau sendiri yang harus menyimpulkan.

Butuh waktu untuk merenung dan memikirkan hal apa yang ada dalam benakmu, yang seharusnya benar justru engkau anggap tidak baik? 

“Validasi!” 

Betul, engkau validasi dengan ayat-ayatNya, hadits Nabi صلى الله عليه و سلم di atas pemahaman yang lurus. Dengan cara ini akan terang seluruh yang gelap. Akan jelas seluruh yang samar. Akan terpisah mana yang benar dan yang keliru. 

Engkau cukup menempuh cara itu, yaitu cara yang ditempuh oleh orang-orang yang telah Allah rekomendasikan; para Salaf radhiyallahu’anhum. Engkau cukup berjalan di atasnya sambil terus berbenah dengan setiap kebenaran yang engkau temui dalam perjalananmu.

Kutipan Buku : Lathoiful Ma’arif #1

Sabar ada tiga macam;

  1. Sabar dalam menaati Allah
  2. Sabar dalam menahan diri dari hal-hal yang diharamkan Allah
  3. Sabar terhadap takdir-takdir Allah yang menyakitkan.

Ketiga sabar ini terkumpul dalam ibadah puasa karena;

  1. Ada kesabaran dalam menaati Allah
  2. Ada kesabaran dalam menahan diri dari syahwat yang diharamkan Allah
  3. Ada kesabaran dalam menahan pedihnya rasa lapar, dahaga, serta melemahkan jiwa dan fisik akibat berpuasa

Kutipan Buku : Taqrib Tadmuriyah #1

Manfaat Beriman Kepada Qodar:

1. Akan terwujud tawakkal kepada Allah dan penyerahan urusan kepadaNya, dengan tetap melakukan sebab-sebab yang benar dan berguna.

2. Menjadikan hidup lebih tenang. Karena dia mengetahui bahwa apa yang menimpanya tidak akan meleset darinya, dan apa yang meleset darinya tidak akan menimpanya.

3. Menjadikannya rela dan menerima. Karena kesedihan mendalam dan kejengkelan bisa ditepiskan saat apa yang diinginkan tidak terwujud atau yang tidak diinginkan malah terwujud. Karena dia mengetahui bahwa segala urusan adalah milik Allah, maka dia akan rela menerima.

Beriman kepada Qodar akan mengusir perasaan takjub kepada diri sendiri saat apa yang diinginkannya terwujud. Karena dia mengetahui bahwa ia terwujud berkat takdir Allah. Bahwa usahanya yang dengannya apa yang diinginkannya terwujud hanya sebuah sebab yang Allah mudahkan baginya.

Taqribut Tadmuriyyah – Syaikh Utsaimin rahimahullah

Kutipan Buku : Wasiat Perpisahan #2

‘Abdullah Bin Mas’ud رضي الله عنه berkata tentang para Sahabat,

“Barangsiapa di antara kalian yang ingin meneladani, hendaklah meneladani para Sahabat Nabi Muhammad صلى الله عليه و سلم. Karena, sesungguhnya mereka adalah ummat yang paling baik hatinya, paling dalam ilmunya, paling sedikit bebannya, paling lurus petunjuknya, dan paling baik keadaannya. Suatu kaum yang Allah تعالى telah memilih mereka untuk menemani Nabi-Nya, maka kenalilah keutamaan mereka serta ikutilah atsar² mereka karena mereka berada di atas jalan yang lurus.”

Diriwayatkan oleh Ibnu Abdil Bar dalam Jaami’ Bayaanil ‘Ilmi Wa Fadhlih.