
Jangan ragukan kekuatanmu, pun jangan mengendurkan semangatmu sendiri. Kau tahu mungkin kau terlihat bukan apa-apa, bukan siapa-siapa. Tapi, bukan berarti engkau tidak bisa berbuat apa-apa. Bukan berarti dihadapanNya kau tercela.
Kekuatanmu ada pada rasa yakinmu. Ragumu yang melemahkanmu. Kekuatanmu ada pada kuatnya hatimu bergantung padaNya. Bersandar pada makhluk yang membinasakanmu. Perkataan manusia yang melemahkan semangat dan mental tidak akan ada efek yang berarti jika engkau sudah pasang badan dengan yakin dan kuatnya tawakkalmu. Mungkin hanya mata yang tak kuasa menjatuhkan tangis.
Tak apa, sedih adalah reaksi yang wajar. Namun kondisikan bahwa hatimu tetap kuat.
Selama dunia masih menjadi tempat kita berpijak, tak ada kondisi ideal yang benar-benar bisa direngkuh. Karena sejatinya mukmin, sebahagia apapun ia dengan imannya, tetap terasa seperti berada dibalik jeruji besi. Itulah dunia dengan konsekuensinya.
Jika engkau merasa bahwa engkau tak berarti apa-apa, coba engkau pikir ulang lagi. Sejatinya Allah tidak pernah menyia-nyiakanmu jika engkau selalu menjadikan-Nya tempat kembali.








