Kotak Hujan : Rintik 5

Pinterest

Jangan ragukan kekuatanmu, pun jangan mengendurkan semangatmu sendiri. Kau tahu mungkin kau terlihat bukan apa-apa, bukan siapa-siapa. Tapi, bukan berarti engkau tidak bisa berbuat apa-apa. Bukan berarti dihadapanNya kau tercela.

Kekuatanmu ada pada rasa yakinmu. Ragumu yang melemahkanmu. Kekuatanmu ada pada kuatnya hatimu bergantung padaNya. Bersandar pada makhluk yang membinasakanmu. Perkataan manusia yang melemahkan semangat dan mental tidak akan ada efek yang berarti jika engkau sudah pasang badan dengan yakin dan kuatnya tawakkalmu. Mungkin hanya mata yang tak kuasa menjatuhkan tangis. 

Tak apa, sedih adalah reaksi yang wajar. Namun kondisikan  bahwa hatimu tetap kuat.

Selama dunia masih menjadi tempat kita berpijak, tak ada kondisi ideal yang benar-benar bisa direngkuh. Karena sejatinya mukmin, sebahagia apapun ia dengan imannya, tetap terasa seperti berada dibalik jeruji besi. Itulah dunia dengan konsekuensinya.

Jika engkau merasa bahwa engkau tak berarti apa-apa, coba engkau pikir ulang lagi. Sejatinya Allah tidak pernah menyia-nyiakanmu jika engkau selalu menjadikan-Nya tempat kembali. 

Kotak Hujan : Rintik 4

Pinterest

Jangan menjauh, kemarilah. Aku ingin melepas rindu, ingin melewati hari bersama. Jangan menjauh, ada jalan yang sangat indah disini. Marilah, ikut aku.

Anggap saja itu kalimat yang keluar dari hatimu, mungkin ruang-ruang dalam hati terlalu berisik sehingga engkau tidak bisa mendengarnya dengan baik. Anggap saja itu kalimat dari hatimu yang condong terhadap kebaikan dan ketaatan pada-Nya. Dia memanggilmu agar engkau bersegera melakukan kebaikan dan ketaatan bersamanya.

Jika sejauh ini hati terlalu riuh oleh urusan-urusan dunia, atau bahkan urusan yang sama sekali tak bermanfaat, cobalah cari dan temukan dia; hatimu yang baik itu. 

Harus yakin bahwa tiap orang pasti memiliki sisi baik dan condong kepada kebaikan. Karena ketika penciptaan, manusia memang sudah diciptakan di atas fitrah yang condong terhadap tauhid. Hal-hal luarlah yang merusaknya.

Dia menunggumu; hatimu yang baik itu!

Kotak Hujan : Rintik 3

Pinterest

Jika suatu hari catatan ini berada di genggamanmu, itu artinya takdir telah membawa kita untuk bertemu. Engkau yang membaca dan aku dengan kata-kataku menemanimu. Kita berada ditempat yang sama, berinteraksi dengan cara seperti ini.

Biar aku bertanya, apa hatimu detik ini sedang baik-baik saja? 

Tak ada harapan lain selain berharap jawaban ya. Karena teman baik mana yang tidak senang jika temannya bahagia. Aku katakan bahwa aku teman baikmu, karena memang buku adalah teman terbaik. Dan pembaca yang menjagaku adalah pemilik terbaik.

Namun, jika ternyata tidak. Aku berharap bahwa jawaban itu tidak lahir karena kurangnya rasa syukur. Sebab berapa banyak orang yang merutuki kejadian karena hatinya hanya fokus pada apa yang tidak disukainya. Adapun kenikmatan yang diberikan, seolah ada pembatas antara keduanya. Aku pikir cara seperti ini hanya membuat hidup makin rumit.

Dan jika engkau tidak baik-baik saja karena Allah mengujimu dengan hal yang tidak mengenakkan, dan hatimu berupaya keras untuk sabar dan bersyukur, tidak apa-apa. Semua akan baik-baik saja.

Menangislah sendiri jika perlu. Manusia yang kuat tak disyaratkan tidak boleh menangis. Engkau manusia, dan sudah seharusnya memanusiakan diri sendiri. 

Setelah itu, bertekadlah untuk melaluinya dengan banyak meminta pertolongan kepadaNya. Kapanpun engkau butuh, Allah selalu ada. Kapanpun engkau ingin kembali, pintu maafNya selalu terbuka. Allah adalah tempat kita pulang. 

Kotak Hujan : Rintik 2

Pinterest

Aku sedang berpikir tentang satu kabar yang benar dan dicuri dari langit. Kemudian dicampur dengan seratus kedustaan. Pencuri berita dilempar dengan bintang, dan di Bumi kita melihatnya sebagai bintang jatuh. Kebenaran kabar berita ini valid, dan harus dipercaya bahwa itu terjadi tanpa menunggu akal mengkonfirmasi logis atau tidak. Jika engkau bertanya kenapa, itulah fungsi iman.

Banyak para tetua mempercayai kesaktian dukun. Dan anak muda mempercayai horoskop. Kesyirikan yang sama, namun dengan gaya yang berbeda. Dosa yang amat besar, namun dianggap hanya remah. 

Sebenarnya tak sulit untuk meninggalkannya. Yang sulit itu hati yang enggan lapang menerima kebenaran, dan akal yang kurang terpakai untuk sejenak merenung tentang larangan ini.

Kotak Hujan : Rintik 1

Pinterest

Tetap tenang untuk perasaanmu. Aku berdiri disini sebagai teman yang hidup dalam catatan ini. Mencoba membuatmu mengerti tentang alur kehidupan yang manusia jalani.

Hal yang tidak baik-baik saja memang menggelisahkan hati, bahkan membuatmu kehilangan kendali atas dirimu sendiri, bukan? Hal apapun yang kau anggap hilang dari hidupmu, sebenarnya memang bukan untukmu. Bukankah tidak ada yang benar-benar hilang jika sesuatu itu memang ditakdirkan untuk kita?

Seringkali kita memang terjebak dalam perasaan seperti itu. Terlihat seolah milik, padahal bukan. Terasa seperti telah digenggam, padahal hanya titipan. Lantas harus bagaimana?

Jawabannya sederhana, namun menjalaninya memang rumit kecuali orang-orang yang Allah berikan taufik.

Cukup dijalani saja dengan iman, bahwa sesuatu yang memang ditakdirkan untuk kita maka ia tidak akan tertukar menjadi milik orang lain. Dengan kepercayaan penuh terhadap takdir, harusnya hati ini lebih mudah pulih dan terkondisikan.

Kutipan Buku : Roudhotul Muhibbin (2)

Pinterest

Manusia tidak mungkin mempunyai dua hati; yang satu mematuhi Allah, mengikuti perintahNya, dan bertawakkal kepada-Nya, dan yang satu lagi ditujukan kepada yang lain. Tidak. Dia hanya mempunyai satu hati. Jika dia tidak menunggalkan tawakkal, cinta, dan rasa takut untuk Rabbnya, niscaya dia berpaling kepada yang lain.

- Roudhotul Muhibbin Ibnul Qoyyim Al-Jauziyyah Rahimahullah

Kutipan Buku : Roudhotul Muhibbin #1

Pinterest

Cinta itu membuat orang pengecut menjadi pemberani dan orang pelit menjadi dermawan, menjernihkan pikiran orang yang dungu, memfasihkan lisan yang gagap, menumbuhkan kepercayaan diri orang yang pesimis. Kebahagiaan cinta merasuk ke dalam jiwa dan bersemayam di hati. (Qudamah)

- Roudhotul Muhibbin Ibnul Qoyyim Al-Jauziyyah Rahimahullah

Qur’an : Sebab Terangkatnya Derajat

Siapa yang ingin terangkat (derajatnya) dengan al-Qur’an, maka Allah akan mengangkatnya. Bukan karena sebab hafalan semata, tapi yang menjadi sebabnya adalah pemahaman yang benar (tentang al-Qur’an), dan amal yang ikhlas yang disertai dengan kesungguhan.


- Diterjemahkan secara makna